Gratis, Terbuka untuk Semua Usia, dan 80% Pesertanya Langsung Kerja — Tapi Banyak yang Belum Tahu

Gratis, Terbuka untuk Semua Usia, dan 80% Pesertanya Langsung Kerja — Tapi Banyak yang Belum Tahu

Bandung — Di tengah krisis skill gap dan angka pengangguran yang masih menghantui Jawa Barat, negara sebenarnya sudah menyiapkan jawabannya sejak 1952 — dan hampir tidak dipungut biaya apapun. Masalahnya hanya satu: tidak banyak yang tahu.

Semua yang dilakukan di BPVP adalah kita lakukan secara gratis — karena negara hadir untuk masyarakat, untuk mengurangi angka pengangguran,” ujar Reni Rosyidah Mutmainah, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung, dalam Siniar Kopi Kerja — Ngobrol Produktif yang dipublikasikan oleh PKS TV Jabar.

BPVP Bandung bukan lembaga baru. Ia adalah balai pelatihan terbesar dan tertua di Kementerian Ketenagakerjaan — berdiri sejak 1952, lebih tua dari banyak universitas ternama di Indonesia. Dari satu balai besar di Jalan Gatot Subroto Bandung, jaringannya kini mencakup 25 balai nasional dan 10 UPTD di Jawa Barat, didukung 400 BLK komunitas dan 402 lembaga pelatihan kerja swasta sebagai mitra.

Kemudian kini, BPVP sedang dalam proses transformasi besar — dari Balai Latihan Kerja (BLK) konvensional menjadi mini kampus vokasi yang tidak hanya melatih, tapi juga menghubungkan talent langsung dengan dunia usaha melalui “Talent and Innovation Hub”.

Hasilnya sudah terukur: 80% peserta berhasil ditempatkan di dunia usaha, dengan tingkat kesesuaian kompetensi terhadap kebutuhan industri mencapai 80%.

BPVP Bandung menyiapkan pelatihan di empat bidang yang paling dibutuhkan dunia kerja hari ini:

Digitalisasi — keterampilan digital lintas sektor, dari administrasi hingga manufaktur berbasis teknologi.

Otomasi — kemampuan mengoperasikan, memprogram, dan memelihara sistem otomasi yang kini menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin.

Green job — teknisi panel surya, mekanik kendaraan listrik, pengelola SPKLU, hingga bengkel motor dan mobil listrik. Sektor ini tumbuh paling cepat dan paling banyak diminati.

AI dan bisnis berbasis data — pemahaman kecerdasan buatan dan analisis data yang kini menjadi kebutuhan dasar di hampir semua industri.

Selain program reguler, tersedia juga short course, project-based learning bersama dunia usaha, dan kelas khusus korban PHK yang dibuka tanpa syarat tambahan. Bagi yang ingin mandiri, BPVP juga menyiapkan program kesiapan wirausaha di Balai Lembang — lengkap dengan stimulan bantuan usaha.

Semua program itu tersedia — dan lebih mudah diakses dari yang kebanyakan orang bayangkan

Siapa yang Bisa Ikut dan Bagaimana Caranya?

Syaratnya sederhana: minimal 17 tahun dan sudah lulus SMA/SMK sederajat. Tidak ada batas usia maksimal — tersedia kelas khusus untuk lansia dan korban PHK dari semua kelompok usia.

Cara mendaftarnya pun tidak rumit. Buka aplikasi Siap Kerja atau Skill Hub — di sana tersedia tiga fitur utama: Skill Hub untuk memilih pelatihan, Karir Hub untuk melihat kebutuhan kompetensi dunia usaha, dan Magang Hub untuk program magang terstruktur. Atau datang langsung ke:

Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Jl. Gatot Subroto No. 170, Bandung (tepat di seberang Trans Studio Mall) Pelayanan pada jam kerja — boarding gratis tersedia untuk peserta dari luar kota.

“Datang kepada kami — masalahnya mudah-mudahan bisa keluar dengan terselesaikan, khususnya di ketenagakerjaan,” ujar Dr. Reni.


Satu langkah kecil — membuka aplikasi Siap Kerja atau melewati gerbang Jl. Gatot Subroto No. 170 — bisa menjadi titik balik yang selama ini ditunggu.

Simak diskusi lengkapnya dalam podcast Kopi Kerja — Ngobrol Produktif PKS Jawa Barat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *